100+ Destinasi Wisata Boyolali Terbaru dan Sedang Hits 2019

Boyolali merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Terletak sekitar 25 kilometer dari Surakarta. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan, Kabupaten Salatiga, dan Kabupaten Semarang di Utara, kemudian berbatasan dengan Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sragen di sebelah timur. Sedangkan untuk bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan bagian barat berbatasan  dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang.  Kabupaten yang terkenal dengan hasil susu sapi ini ternyata memiliki banyak wisata boyolali yang mempesona.

Wisata Boyolali Terbaru 2019

Secara geografis, Kabupaten Boyolali memiliki kontur wilayah berupa dataran tinggi dan dataran rendah, maka tak heran jika kabupaten ini mempunyai cukup banyak aset wisata yang bisa menjadi tujuan jelajah para traveller, baik itu wisata alam, wisata edukasi, wisata kuliner, wisata sejarah, juga wisata rohani. Lalu dimana sajakah lokasi wisata di wilayah Boyolali yang bisa dijelajahi dan wajib untuk dikunjungi? 

1. Umbul Jetak Urutsewu

Umbul Jetak Urutsewu

Salah satu potensi wisata Boyolali adalah Umbul Jetak Urutsewu. Umbul Jetak merupakan sumber air yang jernih dan menyegarkan.

Jika dulu umbul ini hanya digunakan sebagai tempat mandi, mencuci, serta pengairan sawah warga. Maka sesudah pengelolaannya diambil alih oleh pemerintah desa, umbul ini dijadikan tempat wisata pemandian. 

Lokasi Umbul Jetak berada di RT 03/RW 03 Dukuh Jetak. Umbul ini memiliki luas 300 meter sehingga bisa menampung banyak wisatawan yang hendak berwisata di pemandian air alami ini. 
Pengunjung hanya ditarik uang parkir sebesar Rp 2.000,- saja, sedangkan untuk tarif parkirnya gratis. Selain karena keindahan dan kesegaran airnya. Umbul Jetak juga mempunyai sejarah dan legenda unik yang dipercayai oleh masyarakat. 

Konon, ada seorang pengembara dari Gunung Merapi yang datang pada seorang Kyai yang ingin meminta keberkahan untuk desanya berupa sumber mata air. Oleh Sang Kyai diberikan sebuah benda dalam genggaman yang tidak boleh dibuka sebelum sampai tujuan. 
Namun, dalam perjalanan, pengembara itu mengalami kesulitan, dan benda yang ada dalam genggaman jatuh di daerah Boyolali dan akhirnya menjadi sumber mata air Umbul Jetak.

2. Patung Sapi Gedung Lembu Suro


Boyolali sering disebut sebagai New Zealandnya Indonesia, hal ini karena kota ini dikenal dengan produksi susu sapinya yang berkualitas. Maka tak heran jika di Boyolali dibangun sebuah ikon wisata Boyolali terbaru berupa Patung Sapi raksasa yang selesai pembangunannya pada tahun 2015. 

Apabila dilihat sekilas, patung sapi ini selayaknya patung sapi raksasa biasa, namun jika dilihat dari dekat, patung sapi ini sebenarnya adalah gedung pertemuan yang berbentuk sapi, unik sekali bukan?

Gedung Lembu Suro ini berada di sebuah areal tanah dengan luas 18 x 12 meter, luas bangunannya sendiri 160 meter persegi dengan tinggi 11 meter. Gedung ini berada di lokasi perkantoran terpadu Kabupaten Boyolali, tepatnya di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, sehingga mudah ditemukan dan para wisatawan yang datang ke Boyolali seringkali menyempatkat diri untuk berfoto di dekat lokasi gedung Lembu Suro ini. 

3. Menara Jagung

Menara Jagung

Selain Gedung Lembu Suro, Boyolali juga memiliki ikon wisata Boyolali terbaru dan unik lainnya, yaitu Menara Jagung. Menara unik ini berlokasi ini kompleks perkantoran terpadu. Jika sebelumnya menara ini dibuat dengan jagung asli, kini sudah diganti dengan plat tembaga agar lebih tahan cuaca. 

Meski sudah berganti dengan tembaga, namun bentuk asli dari menara ini tidaklah berubah, yaitu tingginya tetap 15 meter dengan diameter sebesar 3 meter. 

Pemilihan penggantian jagung dengan tembaga juga bukan tanpa alasan, karena pemerintah daerah memberdayakan perajin tembaga lokal yang ada di wilayah Tumang, Kecamatan Cepogo-Boyolali. 

4. Taman Tiga Menara: Menara Eiffel, Menara Pisa, Patung Liberty


Pemerintah Kabupaten Boyolali bisa dikatakan sedang gencar membangun pariwisatanya. Selain Gedung Lumbu Suro dan Menara Jagung, ada pula Taman Tiga Menara yang terdiri dari miniatur tiga ikon dunia, yaitu Menara Eiffel, Menara Pisa, dan Patung Liberty. 

Taman Tiga Menara ini terletak di Bundaran Asrikanto, sehingga merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh masyarakat. Pemkab Boyolali berharap dengan adanya Taman Tiga Menara ini bisa menjadikan masyarakat lebih bahagia karena bisa mengabadikan fotonya di minatur ikon-ikon dunia. Selain itu, diharapkan juga wisata Boyolali 2019, tahun ini bisa menjadi kota yang ramah dan nyaman untuk ditinggali warganya. 

5. Agrowisata Kebun Jambu Brahollo


Ingin ke Boyolali dan menikmati wisata alam? Agrowisata Kebun Jambu Brahollo bisa menjadi pilihan. Kebun ini berada di antara Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, dengan Desa Kadipaten, Kecamatan Andong dan sudah dilakukan soft launching pada 13 Juni 2018 dengan diselenggarakannya karnaval budaya pada H+3 lebaran 2018.  

Luas kebun jambu ini sekitar 1 hektar, dan menyasar kunjungan dari semua lapisan masyarakat, baik yang berasal dari Boyolali maupun luar Boyolali. 

Saat memasuki Kebun Jambu Brahollo ini, pengunjung akan disuguhi hamparan pohon jambu yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung. Tak hanya sebagai agrowisata, lokasi ini juga bisa menjadi sarana edukasi untuk para pelajar.
Di Kebun Jambu Brahollo ini memiliki beberapa fasilitas untuk pengunjung seperti pendopo, gazebo, gardu pandang, serta arena bermain anak, dan ke depannya direncanakan juga akan dibangun kolam renang, sehingga wisata Boyolali 2019 bisa lebih hits.

6. Vihara Veluvana


Vihara Veluvana ini berada di lokasi yang tidak biasa, yaitu di kompleks SMK Pembangunan Boyolali, Dukung Ngelo, Desa Kaligentong, Ampel-Boyolali.  Vihara ini berbentuk pagoda yang menjadi aset milik Institut Ilmu Agama Budha yang memiliki mahasiswa dari seluruh Indonesia, bahkan ada juga mahasiswanya yang berasal dari luar negeri seperti dari Thailand dan Myanmar.  

Karena lokasinya yang berada di Kompleks SMK Pembangunan, maka dari itu, jika ingin masuk ke dalamnya harus ijin terlebih dahulu atau bisa datang saat hari libur sekolah. 

7. Kawasan Kabupaten Lama Boyolali


Kawasan Kabupaten Lama Boyolali terletak di kawasan Pendopo Alit Kabupaten Lama Boyolali. Tak hanya murah meriah, namun tempat ini juga edukatif, karena menjadi tempat penangkaran rusa yang dibuka untuk umum.

Penangkaran rusa ini sendiri berada di depan Rumah Arca atau sebelah utara Masjid Agung Boyolali, sehingga sangat cocok untuk dikunjungi oleh keluarga. Apabila ingin datang ke tempat ini, disarankan saat sore hari, karena akan ada banyak pedagang sayuran yang bisa dibeli untuk menjadi pakan rusa. 

Tak perlu khawatir jika merasa lapar, karena di lokasi ini juga banyak kuliner yang dijajakan dan bisa dinikmati di depan pendopo. 

8. Irung Petruk


Irung Petruk berlokasi di Kecamatan Cepogo, Boyolali dan bisa ditempuh kurang lebih 45 menit dari pusat wisata Boyolali. Irung Petruk ini merupakan sebuah tikungan tajam yang mana jika dilihat dari atas mirip dengan lancip atau mancungnya hidung petruk yang ada dalam cerita punokawan.
Karena nama tikungan irung petruk ini, di lokasi ini kini juga dibangun patung sosok Petruk. Lokasinya yang ada di pegunungan, maka sangat cocok sebagai lokasi berburu sunrise, dan jika sedang beruntung dan kondisi cuaca tidak sedang berkabut, dari tempat ini juga bisa dilihat pemandangan Gunung Lawu yang indah dan mempesona.

9. Kebun Raya Indrokilo Kemiri


Destinasi wisata ini berlokasi di Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Wisata Boyolali terbaru ini, meski belum 100 persen jadi, akan tetapi kebun raya ini akan direncanakan nantinya bisa menjadi tempat konservasi tanaman langka yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. 
Kebun Raya Indrokilo ini berada di lahan dengan luas 8,9 hektar. Tidak hanya dijadikan tujuan wisata, tetapi tempat ini juga untuk kebutuhan edukasi, pendidikan, serta lingkungan. Jadi sangat cocok bagi wisata keluarga dan juga para pelajar.

10. Kali Cemara


Kali Cemara berada di Dukung Tanjungsari, Desa Blagung, Kecamatan Simo-Boyolali. Pemberian nama Kali Cemara dilakukan oleh Karang Taruna Ristansari dan menjadi tanda bahwa taman ini dibuka untuk umum. 

Keberadaan Kali Cemara adalah hasil kerjasama antara Karang Taruna Ristansari dan BEM FP UNS. Salah satu tempat wisata Boyolali 2019 yang sedang digandrungi ini sangat cocok untuk wisata kaum milenial karena lingkungannya bersih, dan memiliki banyak spot foto yang instagramable, dan yang paling favorit adalah keberadaan tanggul Belanda yang menghadap ke arah sungai.  

11. Objek Wisata Outbond Umbul Rancah


Salah satu destinasi wisata Boyolali terbaru yang bisa dikunjungi oleh wisatawan adalah Umbul Rancah. Umbul ini tidak hanya digunakan sebagai objek wisata saja, tetapi juga untuk menampung air warga desa. 

Dan disekitar Umbul Rancah ini kini sudah dibangun beberapa spot yang bisa digunakan sebagai tempat outbond oleh masyarakat. Umbul Rancah memiliki banyak titik sumber air, sekiranya ada lima puluh sumber air kecil, dan empat sumber air besar. Maka tak heran jika disebut Rancah yang memiliki arti banyak. Sumber air-sumber air tersebut mengeluarkan air segar yang berasal dari lereng Gunung Merbabu, sehingga sangat tepat untuk dijadikan tempat refreshing.

Kawasan ini mulai dikelola warga pada tahun 1981, namun ketika itu masih hanya sebatas pengelolaan sumber air untuk pengairan warga saja, hal ini dilakukan oleh komunitas konservasi air agar kesadaran warga mengenai pentingnya kelestarian alam bisa bangkit. 

Selain ada berbagai spot foto, di tempat ini juga sangat cocok digunakan oleh pelajar dan mahasiswa yang hendak melakukan kegiatan outbond atau berkemah. 

12. Danau Teratai


Salah satu destinasi wisata Boyolali 2019 yang fotonya sering diunggah di instagram adalah Danau Teratai. Danau ini berasal dari Dukuh Jatisari, Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong. Untuk sampai ke lokasi ini, wisatawan bisa menyusuri jalan dari Pasar Kacangan Andong lurus ke arah timur hingga ada pertigaan pertama, belok ke arah kiri/utara menuju Desa Kedungdowo. 
Nah, Danau Teratai yang penuh dengan tanaman bunga lotus ini ada di timur desa di sekitar persawahan. Apabila ingin berfoto di lokasi ini, disarankan untuk datang di pagi hari, hal ini karena bunga teratai terlihat cantik dan mekar saat pagi hari. 

13. Taman Pelangi Ceria


Taman Pelangi Ceria berada di Dusun Ngledoksari, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota. Dulunya, Dusun Ngledoksari ini dicap sebagai tempat yang kumuh, tetapi kini menjadi kampung yang asri. 
Hingga kemudian, kampung ini memperoleh dana dari program Bantuan dan Investasi dan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas yang kemudian digunakan untuk menata kampung.  
Ada beberapa hal yang dilakukan untuk menata kampung, seperti mengecat rumah-rumah sepanjang gang dan membuat taman di lokasi tersebut yang kemudian dinamai Taman Pelangi Ceria.  Taman ini bisa menjadi lokasi wisata untuk bersantai dan bermain anak-anak.

14. Candi Lawang


Bagi yang suka dengan wisata sejarah, maka sangat disarankan untuk datang ke Candi Lawang. Wisata sejarah ini berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. 
Candi Lawang menjadi benda peninggalan dari Kerajaan Mataram Hindu. Menurut perkiraan para arkeolog, candi ini dibangun pada tahun 750 M – 800 M. Candi Lawang mempunyai struktur untuk bangunan yang serupa dengan Candi Prambanan. Candi ini sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang arkeolog Belanda pada tahun 1972. 

Candi Lawang terdiri dari 5 struktur bangunan, yaitu Candi Induk, kemudian Candi Prawira ! hingga Candi Prawira IV. Hingga kini, Candi Induk masih terlihat utuh, baik dari struktur batur, kaki candi, serta pintu, meski tidak terdapat bagian atap. Selain itu, terdapat pula Yoni (tanpa lingga) yang mengeluarkan rembesan air dari dalam lubang Yoni. 
Berbeda dengan candi induk, untuk candi-candi prawira I hingga IV, hanya tersisa atap candinya saja dan belum dilakukan pemugaran. Untuk tumpukan batunya masih dibiarkan pada kelompok masing-masing.

Diberi nama Candi Lawang sendiri dikarenakan terdapat sebuah pintu besar yang terdapat pada Candi Induk, yang mana dalam bahasa Jawa ‘Lawang’ memiliki arti pintu. Sehingga masyarakat sekitar pun menyebut candi ini sebagai Candi Lawang.

15. Monumen Tembakau


Salah satu destinasi wisata yang jadi spot foto menarik dan tidak boleh dilewatkan adalah Monumen Tembakau. Keberadaan monumen ini tidak terlepas dari banyaknya petani tembakau yang ada di daerah wisata Boyolali, khususnya di lereng gunung merapi dan merbabu. Apalagi setiap tahun juga diadakan acara ‘Tungguk Tembakau’ setiap jelang panen tembakau. Inilah yang menjadi alasan kuat dibangunnya monumen ini. 
Monumen ini berlokasi di Desa Genting, Kecamatan Cepogo. Untuk sampai ke tempat monumen ini berdiri sangatlah mudah, karena berada di tepi jalan menuju arah Selo, tepatnya di depan SDN 2 Genting. 

16. Air Terjun Semuncar


Ada banyak sekali wisata alam yang indah di daerah Boyolali, salah satu yang wajib dikunjungi oleh para pecinta petualangan adalah Air Terjun Semuncar.
Untuk menemukan air terjun ini memang tidaklah mudah. Air terjun yang terletak di Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Boyolali ini. Jika dilihat dari letak geografisnya, air terjun ini berada di lereng Gunung Merbabu. Maka tak heran jika sedikit yang mengetahui letak air terjun ini. 
Meskipun lokasinya bisa dikatakan terpencil, tetapi untuk masuk ke air terjun ini tetap dikenai biaya sebesar Rp 3 ribu yang ditarik oleh anggota karang taruna Desa Candisari. 

Ada dua pilihan untuk mencapai Air Terjun Semuncar ini. Rute pertama melewati jalur sebelah kiri Sungai Cipendok dengan trek yang datar akan tetapi sempit. Sedangkan untuk rute kedua agak lebih terjal karena ada banyak batu-batu besar yang menghalangi jalan. 

Sebelum sampai di Air Terjun Semuncar, ada dua air terjun lain, yaitu Air Terjun Tempuran dan Sipongok. Air Terjun Semuncar sendiri tidak terlalu tinggi dan debit airnya juga tidak terlalu deras. Meski begitu, suasana alamnya sangat tenang dan syahdu, apalagi masih jarang yang mengunjungi air terjun ini sehingga serasa air terjun pribadi. 

17. Bumi Perkemahan Indraprastha


Berkemah di tempat dengan hawa sejuk tentunya sangatlah menyenangkan. Oleh sebab itu, apabila ingin melaksanakan kemah atau camping bisa menjadikan Bumi Perkemahan Indraprastha sebagai pilihan. 
Lokasi bumi perkemahan ini sangatlah cocok digunakan untuk berkemah karena hawanya yang sejuk. Apalagi tempat ini juga memiliki latar belakang yang indah berupa Gunung Merbabu. 

Fasilitas berkemah di tempat ini juga terbilang lengkap, ada ruang istirahat, pendopo, lapangan, musholla, toilet, yang tentunya akan sangat membantu para pengunjung yang hendak berkemah. Apabila membutuhkan logistik makanan, pengunjung juga tidak perlu khawatir, hal ini karena bumi perkemahan ini lokasinya dekat dengan toko serta warung. 

Bumi Perkemahan Indraprastha sendiri dibangun pada tahun 1982 untuk menyambut diselenggarakannya Jambore Nasional di Desa Candisari. Pengelolaan bumi perkemahan ini dilaksanakan oleh Kwarcab 11.09 Kabupaten Boyolali. 

18.  Desa Wisata Kerajinan Tembaga


Desa wisata Kerajinan Tembaga berada di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo-Boyolali. Desa ini berada di lereng gunung anatara Merbabu dan Merapi. Meski berada di pegunungan, akan tetapi desa ini memiliki potensi yang besar, khususnya dalam hal kerajinan tembaga dan kerajinan kuningan.  
Saat menyusuri jalanan di desa ini akan terlihat banyak papan nama para perajin tembaga dan kuningan di depan rumah-rumah penduduk. Hal ini karena mayoritas penduduk di desa ini memang berprofesi sebagai perajin tembaga secara turun temurun. 

Ada sekitar 2.000 perajin yang masuk ke dalam 50 kelompok perajin. Sehingga tak heran jika desa ini memang menjadi sentra kerajinan tembaga dan kuningan. Bahkan untuk barang-barang hasil produksinya sudah merambah pasar Amerika dan Eropa.  

Ada bermacam-macam jenis usaha kerajinan tembaga dan kuningan di desa ini, dari kerajinan alat masak, perlengkapan rumah tangga hingga kerajinan ukir tembaga. 

19. Situs Sejarah Tapak Noto


Di wisata Boyolali ada banyak lokasi wisata sejarah, selain ada beberapa candi, terdapat juga situs sejarah Tapak Noto, berupa bekas telapak kaki sebelah kiri. Di situs Tapak Noto ini ada dua bekas tapak kaki yang merupakan milik Sunan Pakubuwono X serta permaisurinya. Di situs ini sendiri tertulis angka 1835 sebagai tahun awal mula keberadaan bekas tapak kaki tersebut. 
Tapak kaki pada batu pertama bernama ‘Selo Tapak Noto Sang Hyang Bathara Noto’ yag disebut sebagai tapak kaki kiri Pakubuwono X. Sedangkan untuk tapak kaki sang permaisuri diberi nama ‘Selo Tapak Noto Sang Hyang Bathari Noto’.

Menurut kisah yang beredar, pada masa itu, Raja Pakubuwono X dan permaisurinya seringkali berjalan-jalan ke Susuh Angin yang terletak tak jauh dari situs tersebut. Suatu hari, ketika Pakubuwono X dan permaisuri beristirahat sambil menikmati pemandangan meninggal bekas telapak kaki.  

20. Air Terjun Tempuran


Air terjun Tempuran berlokasi di lereng sebelah timur Gunung Merbabu, tepatnya ada di daerah Pantaran, Ampel Boyolali. Wisata air terjun ini dikelola oleh Reawan Merbabu Pecinta Alam (REMPALA) yang anggotanya terdiri dari kesatuan Mapala. 

Air Terjun Tempuran adalah air terjun pertama dari tiga air terjnn yang ada di dekat lokasi wisata Air Terjun Semuncar. Agar tidak tersesat menuju air terjun, pihak pengelola juga sudah menyediakan porter guide yang akan membimbing serta mengantarkan pengunjung hingga ke lokasi. 

Untuk mengantarkan para pengunjung, pihak pengelola pun sudah menyiapkan beberapa peralatan bantu, seperti carmanted, webbing, handy talky dan P3K.

Pengelola mematok tarif sebesar Rp 3 ribu kepada para pengunjung. Ini tentunya tarif yang sangat murah, apalagi pengunjung bisa bebas menikmati keindahan dan kesegaran yang alami. 

21. Pasar Ternak Sunggingan


Pasar Ternak Sunggingan adalah pasar ternak terbesar yang ada di Boyolali yang menjadi rujukan banyak orang termasuk juga wisatawan untuk melihat dan mencari ternak-ternak bibit unggul. 

Tidak setiap hari Pasar Ternak Sunggingan ramai, karena hanya buka pada pasaran jawa ‘Pahing’ saja. Untuk penjual dan pembeli di Pasar Ternak Sunggingan tak hanya berasal dari Boyolali saja, seperti Salatiga, Klaten, Wonogiri, dan Karanganyar. 

Setiap kali pasaran akan ada ratusan binatang ternak yang diperjual belikan di pasar ternak ini. Misalnya saat menjelang Idul Adha, bisa lebih dari 500an ekor kambing yang diperjualbelikan.

22. Pesanggrahan Pracimoharjo


Pesanggrahan Pracimoharjo berada di Desa Paras, Kecamatan Cepogo-Boyolali. Keberadaan pesanggrahan ini sudah ada sejak tahun 1803, dimana dibangun oleh Sunan Pakubuwono VI dan menjadi bangunan yang megah kala itu. 

Saat melawat ke daerah barat, pesanggrahan ini digunakan sebagai tempat beristirahat.sekaligus menikmati pemandangan alam dan melihat hasil perkebunan kopi. Pembangunan pesanggrahan dilanjutkan lebih ntensif di masa pemerintahan Pakubuwono X yang memerintah sejak tahun 1893-1939. 

Dalam masa pemerintahannya, Pakubuwono X memang banyak membangun beragam infrastruktur, termasuk juga pesanggrahan Pracimoharjo yang dibuat menjadi lebih megah dan indah. Bahkan, karena kemegahannya, pesanggrahan ini dahulunya mirip dengan miniatur keraton yang di dalamnya terdapat pendapa, tamansari dan keputren, juga dalem ageng yang digunakan Pakubuwono X untuk tetirah.

Pada masa kemerdekaan, pesanggrahan ini dijadikan markas oleh tentara Pembela Tanah Air (PETA) pimpinan Slamet Riyadi. Namun, ketika terjadi agresi militer Belanda, pesanggrahan ini harus dibakar agar tidak direbut oleh Belanda. Hal ini pula yang menjadi penyebab rusaknya Pesanggrahan Pracimoharjo dan kini hanya tersisa beberapa bangunan saja, seperti sanggar pamelengan, sumur kuno, bekas air mancur, rumah pesanggrahan, tugu pojok, gapura,  serta beberapa struktur bangunan lainnya dan pagar keliling. 

23. Susuh Angin

Susuh Angin merupakan salah satu tempat wisata Boyolali yang bisa dijadikan pilihan alternatif oleh para wisatawan. Susuh Angin Cepogo ini memiliki aliran sumber air yang jernih dan tenang, batu-batu besar dan pepohonan yang masih rimbun, sehingga sangat tenang dan asri. Cocok untuk mereka yang mencari ketenangan lewat wisata alam. 
Susuh Angin berada di Cepogo-Boyolali, tempat ini merupakan peninggalan Pakubuwono X. Di tempat ini terdapat bak mandi alami yang dulu digunakan Pakubuwono X untuk berendam atau meditasi. 
Kenapa tempat ini dinamakan susuh angin? Hal ini karena di lokasi ini terdapat batuan tebing yang memiliki banyak lubang, yang mana akan berbunyi apabila tertiup angin. Tentunya bisa dibayangkan betapa tenang dan damai apabila berwisata ke tempat ini.

24. Situs Sumur Songo


Secara administratif, situs Sumur Songo berada di wilayah Candi Kidul, Cepogo-Boyolali. Sesuai dengan namanya, songo yang berarti sembilan. Maka di situs ini terdapat 9 (sembilan) buah lubang sumur dengan tatanan batu andesit kotak pada bagian luar atau atas sumur. Sumur-sumur ini rata-rata memiliki kedalaman 3 – 4 meter. Untuk jarak dari masing-masing sumur ini sendiri cukup berjauhan, bahkan satu sumur di antaranya berada di desa yang berbeda.

25. Gua Maria Mawar


Selain memiliki destinasi wisata alam dan sejarah, wisata Boyolali juga memiliki destinasi rohani, yaitu Gua Maria Mawar yang ada di Desa Tlangu, Musuk-Boyolali.

Keberadaan Gua Maria Mawar dimulai ketika pada masa Agresi Militer Belanda II, Bapak Poerwoadmodjo, seorang katekis pertama di Boyolali mengungsi ke Dukuh Tlangu. Hingga kemudian ia mengajarkan agama Katolik kepada masyarakat setempat. 

Pada masa itu, Bapak Poerwoadmodjo harus melewati wilayah yang angker atau wingit setiap akan mandi di sungai. Di sebelah kanan serta kiri jalan menuju sungai terdapat rumput dan di atas pemandian terdapat tanaman bunga mawar.

Hingga kemudian, dipilihlah tempat tersebut untuk dibangun sebagai tempat berdoa dan dibangun pula patung Bunda Maria. Tahun 1956, pembuatan gua dimulai, dan sekitar 1961 jumlah umat di tempat tersebut mengalami kemunduran karena adanya masalah perkawinan hingga menyebabkan gua ini terbengkalai. Hingga kemudian pada 1978 area ini dibangun dan diperluas, kemudian diresmikan pada 25 Juni 1982 dan diberi nama Gua Maria Mawar.

Nama ini sendiri selain menjadi lambang keharuman Bunda Maria, juga karena sesuai dengan lingkungan sekitar gua yang mana masyarakatnya menanam bunga mawar untuk penghidupan.  

26. Gumuk Indah Boyolali


Gumuk Indah Boyolali saat ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang datang ke Dukuh Gumuk, Desa Mriyan, Musuk-Boyolali. Hal ini karena lokasi ini menjadi surga bagi para pemburu matahari terbit. 
Tak hanya indah di pagi hari, namun saat di malam hari, keindahan juga terpancar dari ketinggian Gumuk Indah, karena mata akan dimanjakan oleh keindahan kerlip jutaan lampu perkotaan yang ada jauh di bawah lereng perbukitan. 
Wisata Gumuk Indah ini memang terbilang wisata Boyolali terbaru, karena baru dibuka untuk umum pada Desember 2016, meski begitu, masyarakat banyak yang tertarik untuk datang karena keindahan tempat ini. 

27. Grojogan Sido Jodo


Bagi yang ingin menjelajah alam dan berwisata di air terjun, Grojogan Sido Jodo bisa jadi pilihan. Air terjun atau grojogan ini berada di Dukung Grenjengan, Desa Watugede, Kemusu-Boyolali.

Air terjun ini terdiri dari 2 tingkat, namun tidak terlalu curam, debit airnya juga tidak terlalu deras sehingga cocok untuk bersantai. Saat ini lokasi wisata ini dikelola oleh warga setempat. Meski pengelolaannya belum optimal, namun tempat ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi refreshing dan melepas penat. 

28. Petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro


Petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro berada di Desa Samiran, Selo-Boyolali. Pada masa dahulu, petilasan ini menjadi tempat bertapa bagi Ki Ageng Kebo Kanigoro. 

Ki Ageng Kebo Kanigoro sendiri merupakan sosok yang mengagumkan dan dihormati oleh masyarakat lereng merapi kala itu. Ki Ageng Kebo Kanigoro merupakan anak dari Pangeran Handayaningrat Pengging (Kerajaan Pengging) dan Ratna Pambayun (Kerajaan Majapahit). 

Alkisah, pada masa itu, Sultan Demak dan Walisongo memburu Syeh Siti Jenar yang dianggap menyebarkan ajaran sesat. Raja Demak pun memerintahkan untuk menghukum Syeh Siti Jenar dan para pengikutnya, tak terkecuali Ki Ageng Kebo Kanigoro. 

Ki Ageng Kebo Kanigoro pun melarikan diri hingga sampai ke suatu tempat di lereng Gunung Merapi. Di tempat itulah, Ki Ageng Kebo Kanigoro membangun tempat untuk bersembunyi dan mengajarkan ilmu yang dimiliki. 

Hingga suatu malam, Ki Ageng Kebo Kanigoro moksa dalam pertapaannya, dan Ki Ageng Kebo Kanigoro pernah berpesan apabila kelak tempat tersebut dihuni banyak orang, maka namai tempat itu dengan Dusun Pojok. 

Hingga saat ini petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro masih dilestarikan dan terawat cukup baik. Setiap malam jumat legi, juga selalu diselenggarakan selamatan ketan dan apem di area petilasan. 

29. Bukit Muk Salam


Ingin mendapatkan foto di tempat yang instagramable di salah satu tempat wisata Boyolali 2019 yang sedang hits? Datang saja ke Bukit Muk Salam yang berada di Dukuh Candi, Desa Gunung, Simo-Boyolali. 

Pemandangan alam perbukitan yang indah dan asri bisa didapatkan saat berada di Bukit Muk Salam. Jika berdiri di atas bukit, maka akan terlihat jelas hamparan Kecamatan Simo dari ketinggian. Untuk masuk ke sini belum ada tiket masuk, meski begitu pengunjung perlu berhati-hati saat menuju lokasi ini, terutama bagi para pengendara motor. Tempat ini juga sangat cocok dijadikan lokasi wisata pre wedding bagi para calon pengantin. 

30. Monumen Gempa Bumi 2006


Gempa bumi tahun 2006 yang terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk juga Boyolali tentunya masih segar di ingatan. Oleh karena itu, untuk pengingat peristiwa tersebut, didirikan Monumen Gempa Bumi 2006 di Desa Cepokosawit, Boyolali. Kenapa monumen ini dibangun di desa Cepokosawit? Hal ini karena Kecamatan Sawit menjadi satu-satunya wilayah dari 19 Kecamatan di Boyolali yang terdampak gempa 2006. 

Monumen ini dibangun di atas tanah kas desa dengan luas 500 meter persegi dan menelan biaya Rp 225 juta. Monumen ini tidak dibangun di tepian jalan, melainkan di areal persawahan yang mana dihubungkan oleh jalan setapak sepanjang 50 meter. 

Dalam peristiwa tersebut, ada 9 dari 12 dukuh yang terdampak gempa, selain itu ada 216 rumah mengalami kerusakan parah, khususnya di Cepokosawit.

Monumen ini pun menjadi pengingat bahwa pernah terjadi gempa dahsyat yang terjadi di wilayah Kecamatan Sawit, sehingga diharapkan ke depannya masyarakat bisa membuat bangunan yang lebih tahan gempa. 

Desain monumen ini sendiri menyerupai dua buah gapura yang disatukan dengan ketinggian 17 meter. Monumen ini terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai arti filosofis tersendiri. Pada ujung monumen terdapat angka 2006 sebagai pengingat tahun terjadinya gempa, sedangkan bentuk bola dunia di bawahnya sebagai arti dari gempa bumi. 

Jumlah 27 lembar daun di tepian sayap monumen juga menjadi simbol tanggal terjadinya gempa. Sedangkan untuk bulan kelima kejadian tersebut disimbolkan dengan lima buah bulatan yang ada di bawah bola dunia. Sedangkan untuk waktu kejadian gempa, ditandai dengan adanya lima buah bentuk segi empat di bagian sayap monumen.

Pembangunan monumen ini dimulai sejak tanggal 17 februari 2014 dan diresmikan pada 4 April 2016. Selain monumen, ke depannya juga direncanakan akan dibangun museum yang berisikan benda-benda di kompleks sekitar monumen tersebut.  

Itulah 100+ wisata Boyali terbaru dan wisata Boyolali 2019 yang wajib dijelajahi apabila berkunjung ke Kabupaten Boyolali. Ingin berwisata alam, wisata edukasi, wisata sejarah, atau wisata rohani, semua ada di wisata Boyolali. Apabila datang ke kabupaten ini, jangan lupa juga untuk menikmati susu sapi terbaik yang dihasilkan oleh sapi-sapi lokal daerah ini serta beragam olahan susu yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh, dari dodol susu, keju, dan lain sebagainya. 


Jangan lupa juga share artikle ini dan mengunggah foto-foto ke sosial media ketika berkunjung ke Boyolali, agar wisata Boyolali semakin dikenal luas oleh masyarakat sehingga banyak wisawatan yang berkunjung ke Boyolali. 

0 Response to "100+ Destinasi Wisata Boyolali Terbaru dan Sedang Hits 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel