Kamis, 07 Juni 2018

Catat dan Ingat ya, 5 Etika Menumpang Liburan di Rumah Orang Lain

Saat berlibur, salah satu pengeluaran yang paling banyak adalah penginapan. Ingin menguranginya? Cobalah menumpang di rumah teman, kenalan, atau kerabat jauh. Tentunya ada peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi saat melakukannya. Berikut ini adalah 5 etika menumpang liburan di rumah orang lain.


1. Tanyakan jauh-jauh hari


Usahakan untuk bertanya sejak lama, paling tidak satu bulan sebelumnya, terutama jika orang tersebut tidak terlalu dekat dengan Anda. Jika hubungannya lebih dekat, Anda bisa menanyakan maksimal satu atau dua minggu sebelumnya. Kenapa demikian? Agar tuan rumah dapat mengatur jadwal, merapikan rumah, dan menyiapkan kamar untuk Anda. Hal tersebut merepotkan apabila hanya dilakukan dalam sisa waktu beberapa hari saja. Jadi demi kenyamanan tuan rumah, tanyakanlah sejak jauh-jauh hari.

2. Bawakan oleh-oleh dari tempat asal


Usahkan untuk membawa buah tangan dari tempat asal Anda. Bisa berupa makanan, pakaian, cinderamata, dan sebagainya. Lebih baik apabila barang-barang tersebut bersifat khas dan tidak bisa diperoleh di tempat lain. Dengan demikian, tuan rumah akan merasa senang dan dihargai oleh Anda. Pemberian hadiah ini penting untuk menunjukkan bahwa Anda tidak sekadar mengambil untung dari kondisi tersebut.

3. Jangan banyak menuntut


Apa pun yang disediakan oleh tuan rumah, terima saja sambil berterima kasih. Dapat kamar yang agak sempit? Tidak apa-apa. Tidak diajak jalan-jalan? Tidak apa-apa juga. Ingatlah bahwa tuan rumah juga memiliki jadwal dan kesibukannya sendiri. Supaya tidak merepotkan, jangan terlalu menuntut. Berusahalah untuk menerima kondisi yang ada. Jika Anda merasa tidak nyaman sekali, barulah beritahukan hal tersebut pada tuan rumah dan cari solusinya bersama.

Sudah untung Anda diterima untuk menginap di sana. Jadi, berusahalah untuk tidak membuat tuan rumah kerepotan. Lakukan hal-hal kecil sendiri. Jika kamar yang disediakan terasa sumpek, cobalah berinisiatif untuk membuka jendela dan semprotkan sedikit parfum. Tentunya hal tersebut lebih baik daripada langsung mengeluh ke tuan rumah.

4. Ikut membantu pekerjaan rumah


Tentu ada banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan sehari-hari. Mulai dari menyiapkan makanan, mencuci piring dan baju, menyapu, mengepel, hingga melakukan perbaikan kalau ada bagian rumah yang rusak. Banyak bukan? Dengan adanya Anda sebagai penginap, pekerjaan tuan rumah akan bertambah banyak. Karena itu, berusahalah untuk tidak merepotkannya.

Lebih baik kalau Anda bisa membantu pekerjaan rumah. Setelah makan bersama, tawarkan diri untuk mencuci piring. Kalau ada barang-barang yang berantakan, rapikanlah. Bagaimana kalau terlihat lapisan debu di perabotan? Tawarkan diri Anda untuk membersihkannya. Dengan demikian, tuan rumah akan terbantu dengan adanya Anda. Itu menjadi poin penting agar kelak dia mau menerima Anda lagi untuk menginap di rumahnya.

5. Hindari pulang terlalu larut


Setiap rumah memiliki jam malam yang berbeda. Ada yang memperbolehkan anggota keluarga pulang hingga larut malam, ada juga yang tidak. Hal tersebut penting untuk ditanyakan. Walaupun Anda adalah tamu, usahakan untuk tidak melanggar peraturan di rumah tersebut. Sebaiknya ikuti saja seperti anggota-anggota keluarga yang lain.

Jika rumah tersebut memiliki jam malam yang ketat, berarti Anda harus mengatur jadwal liburan dengan sedemikian rupa. Lakukan kegiatan sepagi mungkin agar bisa selesai lebih cepat. Dengan demikian, Anda pun bisa pulang tepat waktu. Bagaimana jika ada agenda penting yang baru selesai larut malam? Mintalah izin untuk pulang larut, atau Anda bisa menginap semalam di tempat lain.(source)


EmoticonEmoticon